Berhenti Jadi TKI di Hong Kong, Pria Ini Raup Rp 200 Miliar/Bulan

Sebagai inspirasi yang harus ditiru bahwa dengan usah yang gigih, ulet , waktu dan tempat yang tepat siapa saja bisa sukses:

 

http://finance.detik.com/read/2014/06/01/115941/2596400/68/berhenti-jadi-tki-di-hong-kong-pria-ini-raup-rp-200-miliar-bulan?991104topnews

http://images.detik.com/content/2014/06/01/68/tki.jpg Continue reading

Posted in Investasi | Leave a comment

Membangkitkan Perekonomian Bangka Belitung yang Lesu

Seperti yang kita ketahui  komoditi adalah penggerak terbesar  perekonomian bangka belitung .Masyarakat Bangka Belitung banyak bekerja di sektor pertambangan dan perkebunan . Karet , sawit ,lada dan timah adalah komoditi unggulan Bangka Belitung. Namun sangat disayangkan dalam 1 dekade terakhir komoditi lada telah ditinggal oleh masyarakat Babel. Banyak yang beralih profesi menjadi penambang timah inkonvensional.  Memang wajar masyarakat Babel beralih profesi menjadi penambang karena keuntungan yang mereka peroleh lebih BESAR dan CEPAT.  Penambang bekerja pagi2, soreh mereka membawa pulang pasir timah mereka untuk di jual.  Tidak seperti perkebunan karet , sawit dan lada , harus menunggu beberapa tahun sampai panen .

Seiring meningkatnya harga timah yang di mulai pada tahun 2005, penambangan timah dilakukan secara besar-besar2an oleh masyarakat Babel. Impor alat berat atau excavator yang digunakan untuk membantu aktifitas pertambangan meningkat drastis. Bukan hanya alat berat saja , tenaga kerjapun di  impor dari luar kota. Banyak orang2 jawa yang datang kebangka untuk bekerja di sektor pertambangan dan turunannya seperti peleburan timah, kuli angkut timah dll.

ti Continue reading

Posted in Investasi | Leave a comment

MITOS PROPERTI: investasi tidak pernah rugi

Teman2 hari ini saya sedang malas meringkas.  Saya ingin mengajak kalian untuk menjadi orang waras dalam berinvestasi , menjauhi sifat tamak ,membuka mata terhadap realita dengan membaca blog orang waras. Topik yang akan di bahas kali ini adalah investasi properti karena rumah adalah asset yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Bagi anda yang ingin membeli rumah atau sedang mecicil properti anda. Artikel ini wajib dibaca:

Mitos properti level 0 : Mitos properti investasi tidak pernah rugi

Mitos properti level 1:  Rayuan Gombal Agung Sedayu

Mitos properti level 3 : Membeli properti saat ini = menangkap pisau jatuh

Spekulasi yang berlebihan terhadap suatu aset bisa melahirkan bubble. Pasar properti Jepang pernah  booming   tahun ’80-an. Sebagai gambaran, ketika itu sebuah area kecil di Tokyo lebih mahal daripada seluruh negara bagian California. Siapa yang membeli rumah tahun 1990, akan menangis air mata darah, harga rumahnya selama 24 tahun tidak pernah naik, kecuali turun terus sampai nilainya menguap 70%. Bunga bank yang rendah tidak bisa mendongkrak harga rumah kembali!!!! Itulah sifat bubble yang sudah pecah dan akan terus mengempis.

Bagaimana dengan di Indonesia??Kalau anda mau spekulasi di sektor properti di Indonesia, sebaiknya anda pikir-pikir dulu. Jangan minta pertimbangan advisor anda, apa lagi konsultan/agen properti, dia cuma cari untung saja dari penjualan yang dilakukannya.

Jika anda sudah membaca artikel2 di atas, saya bisa menebak pikiran anda, mulai sekarang anda akan lebih banyak berpikir pesimis,menjadi lebih takut, lebih berhati2 dalam mengambil keputusan investasi.  Rasa takut itu memang perlu, coba bayangkan jika pengendara bermotor mengebut di jalan tanpa rasa takut, pasti akan banyak kasus kecelakaan. Namun, ketakutan yang berlebihan , pesimis yang berlebihan juga tidak baik ,akan membuat anda tidak tidak berani membuat keputusan investasi. Untuk mengimbangi pemikiran-pemikiran negatif di atas saya mengajurkan anda untuk membaca blog  yang isinya positif semua : http://www.sahampemenang.blogspot.com/2014/02/gunting-koneksi-jaringan-negatif.html

Posted in Investasi | Leave a comment

Cara menghasilkan 120 ton/hektar ubi kasesa

  1. Sambung singkong cassesart / UJ 5 sebagai batang bawah dan singkong karet sebagai batang atas. UJ 5 dipilih sebagai batang bawah karena unggul. 'Potensi hasilnya mencapai 30 ton/hektar. Soal singkong karet? Varietas yang tidak menghasilkan ubi itu berdaun rimbun. Asumsinya  dengan banyaknya jumlah daun, maka pertumbuhan ubi semakin besar. Sebab, daun tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Dari proses itu dihasilkan makanan yang akan dipasok ke seluruh bagian tanaman. Sedangkan kelebihannya akan disimpan dalam umbi. Penyambungan itu ia lakukan sendiri untuk menghasilkan 4.400-4.500 bibit. Itu cukup untuk penanaman di lahan 1 ha.gambar bibit ubi bibit ubi hasil penyambungan. Hasil penyambungan ini mampu menghasilkan Tumbuhan Ubi Kayu yang mampu menghasilkan Umbi antara 35Kg s/d 50Kg per Pohonnya.
  2. Siapkan bibit pada musim kemarau. Sambungan antara singkong Uj 5 dan singkong karet diikat dengan plastik. Kontrol pertumbuhan bibit di persemaian selama sebulan. Jika terjadi penyumbatan alias bottleneck, dipastikan sambungan tidak sempurna, jadi tidak layak dijadikan bibit. Bila kulit batang dan gabus berwarna putih dan tumbuh mata tunas, maka penyambungan itu berhasil.
  3. Sebulan pascapenyambungan, pindahkan tanamkan bibit ke lahan setelah memotong bagian akar. Jarak tanam 1,5 m x 1,5 m sehingga populasi 4.400-4.500 batang per ha. Itu cukup memberikan ruang bagi singkong untuk tumbuh maksimal. Bandingkan dengan jarak tanam pekebun lain 1 m x 1 m-total populasi lebih dari 9.000 tanaman-sehingga tampak rapat. Dampaknya, produksi justru rendah.
  4. Jarak tanam lebar bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi singkong. Komposisi pupuk kunci utamanya, bukan banyaknya pupuk. Taburkan  5 ton pupuk kandang per ha di lahan yang sudah diolah.
  5. Empat hari usai tanam, Tambabahkan 0,5 ons atau 50 gram pupuk NPK di sekeliling batang. Total pupuk NPK yang diberikan 200 kg.
  6. Taburkan  total 300 kg NPK ketika kerabat karet itu berumur 3 bulan.
  7. Panen singkong berumur 10 bulan. Produktivitas ubikayu itu bisa mencapai 30 kg per tanaman atau sekitar 120 ton per hektar.

Cara lain:

  1. Sebelum menanam, rendam bibit sepanjang 10-15 cm dalam pupuk organik cair selama 3 jam. Bukan cuma sebagian, tetapi seluruh permukaan bibit terendam dalam pupuk. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan tunas.
  2. Tanam  bibit-tanpa daun-berjarak 2,5 m x 1 m sehingga total populasi 5.000 tanaman.
  3. 1 kg kompos per tanaman sekaligus menyiramkan pupuk organik cair. Hanya dalam waktu 2 pekan, bibit memunculkan tunas muda.
  4. Pada bulan ke dua dan ke empat berikan pupuk organik cair dengan dosis perbulan sebanyak 2 liter untuk seluruh tanaman
  5. Bulan ketiga dan kelima ia memberikan 600 kg Urea dan 495 kg NPK di bawah tajuk tanaman. Setelah bulan kelima hingga panen, ia tak pernah memupuk lagi.

Untuk pupuk kompos atau organik saya anjurkan menggunakan tithonia . http://yudi.sherlock-group.com/2014/04/cara-menghemat-pupuk-kelapa-sawit/      . Tithonia bisa dibenam di bawa gundukan. Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kompos di toko2 pertanian.  Selamat mencoba!

Posted in Perkebunan | Leave a comment

Ubi UJ 5 (cassesart)/kasesa

PARITTIGA, BANGKA POS – Kecamatan Parittiga menggerakkan masyarakat petani di Kecamatan Parittiga-Jebus untuk menanam tanaman ubi kasesa. Pengusaha lokal juga dilibatkan sebagai penyedia bibit tanaman tersebut. Untuk tahap awal, pengusaha lokal sudah mendatangkan bibit tanaman ubi kasesa.

Masyarakat petani di Kecamatan Parittiga-Jebus juga sudah mulai menanam bibit ubi kasesa di lahan kebun dan pekarangan rumah mereka.

Umbi tanaman ubi kasesa merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka. Nanti, pengolahan umbi tersebut menjadi tepung tapioka akan dilakukan di pabrik yang sudah mulai disiapkan di Kabupaten Bangka Barat.  http://bangka.tribunnews.com/2014/04/25/1000-ha-untuk-tanaman-ubi-kasesa

Dari berita di atas, pemerintah mengharapkan masyarakat Bangka Belitung untuk tidak bergantung pada timah , mencari alternatif sumber penghasilan baru dengan memanam ubi kasesa atau UJ-5
(Cassesart) yang produksiny a1 hektar sekitar 30-60 ton. Yang membuat saya bingung mengapa perintah  tidak menyarankan menanam ubi gaja yang produksi mencapai 120-200 ton?  Dari kuantitas bukankah lebih menguntungkan menanam ubi gaja dari pada cassesart.

UJ5

Cara Tanam menurut BPTP Lampung

Cara tanam yang banyak digunakan petani adalah sistem tanam rapat dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Cara tanam ini memiliki banyak kelemahan antara lain penggunaan bahan tanaman dalam jumlah besar (18.000 tanaman/ha) dan produktivitas rendah (18-22 ton/ha). Hasil kajian BPTPLampung menunjukkan bahwa penggunaan sistem tanam double row dengan variates UJ-5 mampu menghasilkan ubikayu 50-60 ton/ha.

 

Adapun cara penanaman ubikayu sistem double row adalah sebagai berikut :

Penggunaan bibit unggul

Setek untuk bibit tanaman adalah varietas UJ-5 yang diambil dari tanaman yang berumur lebih dari 8 bulan. Jumlah bibit per hektar dengan sistem tanam double row adalah 11.700 tanaman. Panjang setek yang digunakan adalah 20 cm.

 

Pengolahan tanah

Tanah diolah sedalam 25 cm dapat dilakukan dengan mencangkul, membajak dengan ternak dan traktor. Dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yaitu 80 cm dan 160 cm (Gambar 1 dan 2).

double_row

 Sistem tanam

Sistem atau cara tanam double row adalah membuat baris ganda (double row) yakni jarak antar barisan 160 cm dan 80 cm, sedangkan jarak di dalam barisan sama yakni 80 cm.

Sehingga jarak tanam ubikayu baris pertama (160 cm x 80 cm) dan baris kedua (80 cm x 80 cm). Penjarangan barisan ini ditujukan agar tanaman lebih banyak mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesa, sehingga pembentukan zat pati ubikayu di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besarbesar. Selain itu, diantara barisan berukuran 160 cm dapat

ditanami jagung dan kacang-kacangan untuk meningkatkan pendapatan petani. Keuntungan lain dari sistem tanam ubikayu double row adalah jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.700 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 17.800 tanaman

double_row

Pemupukan
Dosis pemupukan an-organik per ha yang dianjurkan adalah : 200 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 kg KCl dan 5 ton pupuk kandang. Pada musim tanam berikutnya dosis pupuk kandang dikurangi menjadi 3 ton/ha. Pemupukan Urea dilakukan 2 kali yakni pada umur 1 bulan dan 3 bulan, sedangkan SP36 dan KCl diberikan 1 kali pada umur 1 bulan setelah tanam. Pemberian pupuk kandang dilakukan pada sekitar perakaran pada umur 2 minggu setelah tanam.
Pemeliharaan
Penyiangan pertama dilakukan pada umur 3 minggu sampai 1 bulan setelah tanam. Penyiangan ini dilakukan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dilakukan pada umur 1 bulan, dengan jumlah cabang yang
dipelihara adalah 2 cabang per tanaman

analisa usaha ubi

Coba perhatikan tabel di atas, teknologi petani dengan acara tradisional hanya menghasilnya 25.000 kg/perhektar. Produksi 25 ton/hektar ini  sudah dibuktikan sendiri oleh petani2 di bangka dengan harga jual sekitar 500 Rupiah/kg . Rata-rata petani disini memang menghasilkan 25 ton/hektar bahkan ada yang hanya 10 ton per hektar. Oleh karena itu saya mengganjurkan untuk mecoba teknologi double row. Bagi petani yang lebih rajin boleh mencoba menyambung ubi uj 5 sebagai batang bawah dengan ubi karet sebagai batang atas . Metode penanaman juga berbeda dengan double row : http://yudi.sherlock-group.com/2014/05/cara-menghasilkan-120-tonhektar-ubi-kasesa/

Selamat mencoba, semoga petani-petani ubi bisa sejahtera.

http://lampung.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/publikasi/ubikayu.pdf

Posted in Perkebunan | Leave a comment

Singkong GAJA


Singkong Gajah Adalah Singkong Farietas Unggul Temuan Prof. DR. Ristono MS. Dari Kalimantan Timur Yang Dapat Berproduksi Hingga 40 Kg Per Pohonya
Sebelum Kita Memutuskan Untuk Tanam Singkong , Alangkah Baiknya Kita Kenali Sedikit Karakter Tanaman Singkong Berikut Ini :

- Menghendaki Sinar Matahari Full
Tanaman Singkong Harus Ditanam Bebas Dari Naungan / Tidak Boleh Ternaungi Tanaman Lain. Jadi Tanaman Ini Menghendaki Sinar Matahari Full , Kalau Di Paksakan Di Tanam Di Bawah Naungan Maka Saya Pastikan Hasil Panen Tidak Akan Maksimal.

- Stagnan Atau Berhenti Tumbuh Di Musim Kemarau
Penanaman Singkong Yang Baik Di Lakukan Pada Awal Musim Penghujan , Ini Karena Sifat Singkong Yang Stagnan Di Musim Kemarau / Berhenti Tumbuh Di Musim Kemarau. Di Pulau Jawa Awal Musim Penghujan Biasa Terjadi Pada Bulan September s/d Desember.

- Menyukai Tanah Gembur
Tanaman Singkong Tidak Suka Di Tanam Di Tanah Yang Keras , Jadi Tanah Yang Keras Perlu Di Gemburkan /  Di Bajak Atau Di Cangkul Terlebih Dahulu Sebelum Di Tanam. Tanah Yang Keras Menyebabkan Ubi Singkong Susah Berkembang Menjadi Besar.

- Rakus Unsur Hara
Singkong Termasuk Tanaman Yang Rakus Unsur Hara , Untuk Mengembalikan Kesuburan Tanah Dan Pemenuhan Unsur Hara Bagi Singkong Baiknya Sebelum Di Tanam Tanah Di Beri Pupuk Dasar Terlebih Dahulu ( Pupuk Kandang , Pupuk Kompos ) ! Meskipun Singkong Gajah Termasuk Singkong Unggul Yang Berpotensi Tumbuh Besar Hingga 50 Kg Per Pohonya , Akan Tetapi Jika Tanah Yang Akan Di Tanami Miskin Unsur Hara Maka Bukan Hal Tidak Mungkin Jika Singkong Gajah Berbuah Kecil Seperti Halnya Singkong Biasa.

- Tidak Tahan Genangan Air
Singkong Tidak Dapat Tumbuh Baik Di Daerah Rawa Atau Lahan Yang Sering Tergenang Air. Genangan Air Yang Terus Menerus Juga Dapat Mengakibatkan Singkong Menjadi Busuk Sebelum Di Panen.

- Terbebas Dari Rumput Liar
Rumput Liar Yang Tumbuh Di Sekitar Tanaman Dapat Menjadi Pesaing Untuk Mendapatkan Unsur Hara Bagi Singkong - See more at:

http://www.singkonggajah.com/2014/03/kunci-kiat-sukses-budidaya-singkong.html#sthash.t8edXoRH.dpuf.

Budidaya Singkong Sebenarya Sangat Mudah Dan Saya Yakin Seluruh Petani Sudah Tahu Cara Menanamnya ! Namun Bagi Sebagian Yang Belum Tahu , Berikut Adalah Cara Tanam & RAB Budidaya Singkong Gajah :
Sumber :  http://www.singkonggajah.com/2014/01/cara-tanam-rab-budidaya-singkong-gajah.html#sthash.M42tVbZY.dpuf

A. Pengolahan Lahan :

1. Apabila Di Lahan Yang Mau Kita Tanami Banyak Di Tumbuhi Rumput - Rumputan , Bisa Kita Semprot Dulu Dengan Herbisida Roundup 100 cc / Tangki 14 Liter Untuk Membasmi Rumput Sampai Ke Akar Akarnya.
Biaya Per Ha :
2 Botol Roundup x Rp.65.000 = Rp.130.000,-
3 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.180.000,-

2.Tunggu Sampai 5 Hari Biar Rumputnya Mati Terlebih Dahulu.
Selanjutnya pengolahan lahan dapat di lanjutkan dengan membuat guludan / bedengan memanjang dengan cara di cangkul atau menggunakan traktor besar , Jarak antar bedengan bisa 2 meter. [ Baiknya di dalam bedengan di isi pupuk kompos / pupuk kandang bila pembuatan bedengan menggunakan cangkul atau pupuk di tebarkan di atasnya bila menggunakan traktor.
Biaya Per Ha :
Biaya Cangkul Rp.4.000.000 / Ha
Pengadaan Pupuk Kandang Kotoran Ayam 300 Karung x Rp.8.000 = Rp.2400.000,-
Pengolahan Lahan menggunakan traktor lebih murah kurang lebih Rp.2000.000 / Ha

B. Penanaman

1. Celup beberapa detik bibit ke dalam air yang telah di campur obat pestisida starban untuk membunuh hama yang barangkali ada menempel di batang bibit. bisa juga di dalam air di tambahkan pupuk gandasil B

2. Setelah di celup Bibit singkong sudah bisa langsung di tanam di atas bedengan yg telah di buat , Kalau Jarak antar bedengan 2 meter. Jarak tanam bisa 2 x 1 meter , Sehingga populasi tanaman per ha sekitar 5.000 Pohon.
Biaya Per Ha :
4 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.240.000,-

C. Perawatan Dan Pemupukan

1.Setelah tanam singkong yang baru berumur 1 minggu sudah bisa di beri pupuk NPK Phoska Secukupnya.
Biaya Per Ha :
2 Karung / 100 Kg Pupuk NPK Phoska = Rp.240.000,-
2 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.120.000,-

2.Umur 2 Minggu Setelah Tanam Penyemprotan Herbisida Diuron 80 WP , Untuk membunuh kecambah & Biji Gulma agar tidak tumbuh.
Biaya Per Ha :
1 Kg Diuron  / 1 Dus  = Rp.90.000,-
3 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.240.000,-

3. Pemupukan Ke 2 Setelah Singkong Umur 2 Bulan Dengan pupuk NPK Phoska Secukupnya.
Biaya Per Ha :
3 Karung / 150 Kg Pupuk NPK Phoska = Rp.360.000,-
3 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.240.000,-

4. Pemupukan Ke 3 Bisa Di Ulang Setelah Singkong Umur 4 Bulan Dengan pupuk NPK Phoska Secukupnya.
Biaya Per Ha :
8 Karung / 400 Kg Pupuk NPK Phoska = Rp.960.000,-
8 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.480.000,-

D. Pengendalian Hama & Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman singkong adalah kutu putih & tungau merah. Hama ini sama sama menghisap cairan hijau daun / clorofil pada daun , Serangan yang parah dapat menurunkan produksi hasil panen. Sepengetahuan Saya hama ini hanya menyerang menjelang kemarau dan di musim kemarau. Serangan yang sudah terlanjur parah susah sekali di atasi , biasanya petani akan membiarkanya saja sampai musim penghujan tiba. Dimusim penghujan hama ini akan hilang dengan sendirinya.
Cara Pengendalian dan pencegahan :
Menjelang kemarau semprotlah bawah daun dengan obat akarisida omite , pestisida starban , pupuk daun gandasil B dan perekat yang di oplos jadi satu setiap 2 Minggu sekali selama 3 bulan. Selain mencegah di serang hama penyemprotan juga berfungsi untuk pemupukan daun.
Biaya Per Ha :
3 Botol Omite 100 cc x Rp.25.000 = Rp.75.000,-
3 Botol Starban 100 cc x Rp.20.000 = Rp.60.000,-
1 Bungkus Gandasil B 500 Gr x Rp.30.000 = Rp.30.000,-
Perekat 2 Liter x Rp.10.000 = Rp.20.000,-
3 Orang Tenaga Kerja x Rp.60.000 = Rp.240.000,-
TOTAL Rp.425.000,- x 6 Kali [ 3 Bulan ]= Rp.2.550.000,-

Sampai disini / umur 4 bulan pemupukan dan perawatan singkong gajah sampai panen tiba sudah tidak ada lagi , Jadi Kalau Saya Hitung Biaya Penanaman Dan Perawatan Singkong Gajah Sampai Panen Di Kisaran Rp.10.230.000,- Jika pengolahan Lahan Menggunakan Traktor  s/d Rp.12.230.000,- Jika Pengolahan Lahan Menggunakan Cangkul.Biaya tersebut di atas belum termasuk tanah & bibit , Karena saya anggap tanah adalah milik sendiri dan bibit tidak beli.Target Panen Adalah Minimal 100 Ton / Ha.
Waktu Tanam Awal Musim Penghujan & Pertengahan Musim Penghujan
Harga biaya diatas bisa berbeda dengan kenyataan di lapangan. . Biaya upah di pulau Jawa jelas lebih murah di banding di Pulau bangka. Begitu juga harga pupuk. Kalian sesuaikan sendiri biaya tersebut dengan di daerah masing2.

Untung_singkong

Posted in Perkebunan | 2 Comments

Sidang Bank Century

Teman2  saya mau menyampaikan ke pada kalian bahwa beberapa hari yang lalu seperti yang kita tau sidang lanjutan kasus Bank Century berlangsung seru. Terjadi perdebatan pendapat yang sangat menarik antara jaksa KPK dengan saksi mantan Menkeu Sri Mulyani. Sri juga mengungkapkan bahwa keputusan menyelamatkan Bank Century dengan memperhitungkan ketenangan masyarakat. Namun, argumen Sri sempat dibantah oleh jaksa KPK, KMS Roni.

“O.. Tidak bisa diukur (ketenangan masyarakat),” kata Roni.

“Bisa dong pak,” balas Sri Mulyani.

“Dari mana bisa diukurnya?” tanya balik Roni.

Menurut Sri Mulyani, saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta akun rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan.

“Itulah nilai keamanan itu,” tegas Sri Mulyani.

“Ada lima bank yang mirip Bank Century dan 18 yang mengalami kesulitan likuiditas,” kata Sri Mulyani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).

 

Mantan Gubernur BI Boediono pernah mengeluarkan rilis kepada media soal kondisi perbankan Indonesia stabil dan sehat. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menjelaskan latar belakang Boediono yang ‘terpaksa’ memberi pernyataan seperti itu.Tujuannya untuk menenangkan masyarakat,” kata Sri Mulyani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Jika Boediono saat itu mengumumkan kondisi perbankan Indonesia yang mulai terguncang, Sri Mulyani yakin akan terjadi kekisruhan perbankan. Publik bakal mengalami kepanikan luar biasa. Di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Antrean nasabah yang hendak menarik uangnya di Kacab Bank Century Surabaya dan Medan mulai berkurang.

“Anda sebagai Gubernur BI mengatakan sistem keuangan tidak stabil, yah itu sama saja mengundang orang untuk panik,” jelas Sri Mulyani.”Situasi saat itu kita ingin tenangkan masyarakat,” lanjutnya lagi. Usai debat tersebut, hadirin sidang pun bertepuk tangan untuk Sri Mulyani.

 

Dari cuplikan kesaksian Sri Mulyani diatas saya bisa menyimpulkan:

  1.  Sri Mulyani dan Boedione sukses membohongi publik bahwa kondisi perbankan Indonesia masih stabil dan sehat.
  2. Berkat kebohongan Sri Mulyani  masyarakat tenang  karena Bank Century diambil alih LPS. Coba kalian pikir bagaimana bisa untuk kasus Bank Century…., tiba-tiba dalam 1 tahun modal LPS naik dari Rp 7 triliun ke Rp 14 triliun, dan dipakai untuk ‘menolong’ Bank Century Rp 6.7 triliun. Dari mana datangnya Rp 7 triliun dalam 1 tahun ini. Hebat amat LPS bisa tumbuh 100% dalam 1 tahun. Mungkin dapat hibah dari pemerintah. Dan kwitansi hibah itu nantinya ditagih dalam bentuk pajak atau mencetak duit.
  3. Sri Mulayani mengungkapkan kebohongan dengan membuat kebohongan baru :bagaimana bisa modal LPS 14 Triliun  bisa menanggung dana nasabah 1700 Triliun?
  4. Intinya Srimulyani ingin masyarakatnya tidak menarik uangnya di Bank dengan jaminan dari LPS yaitu : sejak tanggal 13 Oktober 2008, nilai Simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak Rp2.000.000.000. Dari pernyataan LPS kita bisa menyimpulkan pemerintah menjamin nomil uang kita supaya tetap . Tapi tidak menjamin nilai rill uang kita supaya tetap. Pemerintah tidak mengatakan bahwa deposit anda tidak akan dibekukan. Uang anda akan utuh di bank tetapi tidak bisa diambil kalau pemerintah memutuskan untuk dibekukan.
  5. Hadirin sidang bertepuk tangan untuk Srimulyani. Hadirin itu adalah masyarakat. Tepuk tangan itu adalah bahasa tubuh kalau saya terjemahkan kedalam bahasa “Masyarakat kita senang dibohongi”. Sudah jelas2 di bohongi masih tepuk tangan. Bagaimana kalau krisis benar-benar terjadi, uang deposito kita dibekukan, apakah hadirin akan tepuk tangan?

Sekedar info : Sejarah uang deposito dibekukan pernah terjadi pada masa orde lama di mulai 25 Agustus 1959. Uang 500 Gunting syarifudin di ganti dengan 50 uang orde lama dan untuk deposito diatas 25.000 uang orde lama dibekukan dijadikan deposito berjangka.Delapan tahun kemudian uang 25000 itu cukup untuk membeli 3 bungkus kuaci dengan kata lain anggap saja penyitaan untuk negara. Masih ingin bertepuk tangan untuk Srimulyani?

 

Berbohong itu dilarang agama, seharusnya sebagai pejabat tidak seharusnya membohongi masyarakatnya. Masih banyak cara lain untuk membuat masyarakat tidak panik selain berbohong.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sejarah Cetak Mencetak Uang di Indonesia

Saya tau orang Indonesia malas belajar dan membaca. Apalagi kalau isi tulisannya panjang lebar dan banyak angkanya. Jadi tulisan di bawah ini saya ringkas  dari website  ini: http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/2007/06/visi-2030-kemakmuran-atau-ilusi-gdp.html

 

Masa Jaman Nornal

Di mulai pada priode sebelum tahun 1930 an. Nama resminya yang diberikan oleh para penulis buku sejarah adalah jaman penjajahan Belanda. Disebut jaman normal seakan-akan Jaman Revolusi, Jaman Sukarno atau Jaman Orba, tidak bisa dikategorikan sebagai jaman yang normal. Memang demikian. Ciri Jaman Normal menurut mereka ialah harga barang tidak beranjak kemana-mana alias tetap. Hanya bapak yang kerja dan bisa menghidupi anak sampai 12 dan istri. Cukup sandang dan pangan. Gaji 1 bulan bisa dipakai foya-foya 40 hari (artinya tanpa harus menghemat, mereka masih bisa menabung). Dibandingkan dengan kondisi sekarang, ibu dan bapak bekerja untuk membiayai rumah dengan anak 2 orang dan masih mengeluhkan gaji yang pas-pasan. Harga rumah di Kali Urang 1000 Gulden (mata uang jaman penjajahan Belanda). Makan nasi dengan lauk, sayur dan minum 0,5 sen
Gaji pembantu waktu itu 75 sen per bulan atau setara dengan 150 porsi nasi rames. Berarti berdaya beli setara dengan Rp 1,5 juta uang tahun 2007

Kita bisa telusuri terus gaji-gaji berbagai profesi pada masa itu. Kesimpulannya bahwa daya beli waktu itu tinggi. Jadi tidak heran kalau jaman penjajahan dulu disebut jaman normal (artinya jaman lainnya tidak normal)

 

Masa ORI dan Perang Kemerdekaan – Merdeka Mencetak Uang Semaunya
Masa yang paling kacau adalah mulai dari pendudukan Jepang sampai masa perang kemerdekaan. Terlalu banyak otoritas keuangan (baca: Bank Sentral). Bermacam-macam uang dikeluarkan selama periode ini. Dari uang pendudukan Jepang yang dikeluarkan beberapa bank, uang NICA (pendudukan Belanda), uang daerah Sumatra Utara, Banten, Jambi, dan deret lagi di daerah repupblik. Bahkan di Yogya ada paling tidak dua jenis, yaitu yang dikeluarkan oleh Pakualaman dan oleh Kraton Yogya. Kita bicara saja uang republik yang paling resmi yaitu ORI – Oeang Republik Indonesia, walaupun sebenarnya uang-uang lainnya berlaku (kecuali uang pendudukan Jepang yang ditarik pada tahun 1946). Ketika ORI dikeluarkan dengan dektrit no 19 tahun 1946 pada tanggal 25 Oktober 1946 mempunyai nilai tukar terhadap uang sejati (emas) Rp 2 = 1 gram emas. Jadi Rp 1 ORI pada saat dikeluarkan punya nilai dan daya beli setara dengan Rp 100.000 uang sekarang (tahun 2007).

Pada saat dikeluarkannya, mungkin bank sentral republik waktu itu masih naif, (mungkin juga tidak) mereka membagikan Rp 1 kepada setiap warga negara, anak-anak, pemuda, orang tua, semua dapat bagian. Mertua saya menceritakan betapa senang dia mendapat uang itu bagai mendapat durian runtuh. Dia pakai untuk jajan. Awalnya uang Rp 1 ORI bisa dipakai untuk beli nasi dan lauk pauknya beberapa porsi. Setelah beberapa hari pedagang menaikkan harga-harga. Tindakan para pedagang bisa dimaklumi karena uang tidak enak dan tidak mengenyangkan, lain halnya dengan makanan atau pakaian yang mempunyai manfaat yang nyata.
Saya katakan jaman itu sebagai jaman kebebasan mencetak uang, contohnya ialah, pada tahun 1946 pecahan terbesar adalah Rp 100. Tahun 1947 pecahan terbesar naik menjadi Rp 250, kemudian dicetak lagi Rp 400 pada tahun 1948. Tidak hanya itu, banyak daerah seperti Sumatra Utara, Jambi, Banten, Palembang, Aceh, Lampung dan entah mana lagi juga mengeluarkan uangnya sendiri. Bahkan, kata mertua saya, di Jogya, ada dua uang daerah, yaitu yang dikeluarkan oleh Pakualaman dan yang dikeluarkan Keraton Jogya. Tidak heran kalau harga-harga tidak terkendali. Sebagai patokan, pada saat ORI dikeluarkan, nilai tukarnya terhadap uang sejati (emas) 1gr emas = Rp 2 dan setelah gunting Sjafruddin diberlakukan 1 gr emas = Rp 51 hanya dalam kurun waktu 4 tahun.

 

Masa Uang Gunting Sjafruddin
Masa uang rupiah “gunting Sjarifuddin” dimulai pada bulan Maret 1950 sampai dihapuskannya dan digantikannya dengan uang rupiah Orba tahun 1959. Yang dimaksud dengan gunting Sjarifuddin ialah keputusan pemerintah untuk menggunting pecahan mata uang rupiah di atas Rp 5 menjadi dua. Potongan bagian kanan tidak berlaku dan potongan sebalah kiri berlaku dengan nilai hanya setengahnya. Dan rupiah pun didevaluasi dari Rp 11,40 per US$ menjadi Rp 45 per US$. Artinya harga emas naik dari Rp 13 per gram menjadi Rp 51 per gram. Pada waktu itu keadaan jadi heboh. Pengumuman sanering (pengguntingan uang) ini dilakukan melalui radio dan pada saat itu tidak banyak yang memiliki radio. Sehingga mereka yang tahu kemudian berbondong-bondong memborong barang. Yang kasihan adalah para pedagang, karena barang dagangannya habis, tetapi ketika mereka hendak melakukan kulakan uang yang diperolehnya sudah turun harganya. Modalnya susut banyak. Tetapi, bukan hanya pedagang yang rugi, tetapi semua orang yang memiliki uang. Nilai uang susut paling tidak 50% dalam sekejap saja.

 

Antara tahun 1950 sampai tahun 1959, walaupun Bank Indonesia melakukan pembantaian terhadap para pedagang, penabung, pemilik uang di tahun 1950, tetapi kalau saya lihat, Indonesia masih tergolong makmur, dibanding dengan kondisi sekarang, jaman reformasi. Indikator saya ialah banyaknya mahasiswa yang berani berkeluarga dan punya anak pada saat mereka masih kuliah. Pada jaman reformasi ini, untuk berkeluarga, seorang mahasiswa harus lulus dan bekerja beberapa tahun dulu. Artinya, dulu lebih makmur dari sekarang dan indikasinya adalah banyak mahasiswa bisa bekerja dan memperoleh penghasilan yang bisa menghidupi keluarga.

 

Masa Orde Lama- Jaman Revolusi Berkepanjangan
Sebut saja uang Orde Lama untuk uang rupiah yang beredar sesudah kejadian pemenggalan satu (1) angka nol. Dimulai pada 25 Agustus 1959, dan ditandai dengan tindakan pemerintah menurunkan nilai uang Rp 500 menjadi Rp 50 dan Rp 1000 menjadi Rp 100. Uang rupiah yang beredar sebelum tanggal 25 Agustus 1956 (sebut saja uang hasil rekayasa Gunting Sjafruddin atau GS) ditukar dengan dengan uang rupiah Orla. Dan Rp 500 GS diganti dengan Rp 50 Orla. Jadi angka nol nya hilang satu. Bukan itu saja, simpanan giro yang ada di bank dibekukan dan deposito di atas Rp 25.000 dijadikan deposito berjangka panjang. Saya menyebutnya sebagai penyitaan untuk negara. Karena 8 tahun kemudian uang yang Rp 25.000 itu hanya cukup untuk membeli 3 bungkus kwaci.
Masa Orde Baru – Jaman Pelita, Tinggal Landas dan Nyungsep
Uang Orla dihapuskan dan Rp 1000 (Orla) menjadi Rp 1 (Orba) pada bulan Desember 1965. Seorang jutawan seharusnya mempunyai status sosial/ekonomi yang tinggi di masyarakat. Tetapi pada saat itu mengalami penggerusan makna. Untuk menggambarkan situasinya, tahun 1964 uang Rp 1000 (Orla) bisa untuk hidup sekeluarga 1 hari. Tetapi tahun 1967 uang itu hanya bisa untuk beli sebungkus kwaci. Sulit bagi orang awam untuk menerima kenyataan yang sudah berubah dalam waktu yang demikian singkat. Seorang jutawan tadinya berarti kaya raya berubah maknanya menjadi pemilik 1000 bungkus kwaci. Hal ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 3 tahun dari tahun 1964 sampai 1967, cepat sekali.
Masa Sekarang – Jaman Reformasi = Jaman Jutawan Kere
Kata jutawan saat ini tidak punya konotasi kaya raya. Misalnya seorang supir taxi di Jakarta yang berpenghasilan Rp 2.200.000. Apakah uang itu cukup untuk biaya makan satu keluarga, bayar sewa rumah, bayar uang sekolah, listrik, air, dll. Jadi bisa dimengerti kalau saya sebut Jutawan Kere karena mempunyai karateristik bahwa makan harus dihemat, tinggal di rumah petak sederhana, anak tidak bisa sekolah di sekolah favorit (apalagi di universitas yang uang pangkalnya bisa mencapai puluhan juta rupiah). Dan kalau perlu istri harus kerja untuk memperoleh tambahan penghasilan keluarga..

Masa Jokowi

Akankah redenominasi rupiah 1:1000  terjadi pada masa pemerintahan Jokowi? Mata uang kita akan kembali ke jaman 1946.

priode_penyengsaraan

Jika anda sudah membaca artikel di atas. Anda bisa sedikit tenang karena sekarang tahun 2014 kita masih berada di periode “penyengsaraan pelan-pelan”. Jika tidak ingin pusing2 dengan urusan pajak atau cetak-mencetak uang , belilah tanah sebagai penangkal pajak!! Kenaikan harga tanah akan sebanding dengan uang yang di cetak pemerintah. Dulu gaji guru pembantu sekitar 50 gulden. Jika gaji tersebut di tabung selama 20 bulan maka uang guru tersebut akan menjadi 1000 gulden . Enak ya jaman dulu dengan kerja  20 bulan bisa dapat 1 rumah seharga 1000 gulden atau  tanah tersebut  setara 2 miliar thn 2007 atau setara 4,5 miliar tahun 2014.  (mungkin gaji guru jaman dulu setara dengan gaji dokter jaman sekarang)

Posted in Investasi | Leave a comment

Tradisi IHSG bulan Mei

tradisi_bulan_mei

Tahun ini adalah tahun genap, jadi berhati-hatilah!! Take profit sebelum terlambat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Level Trader Saham

Level 0
Dilevel ini seseorang akan mempelajari pengetahuan saham secara mendalam melalui berbagai jenis buku-buku literatur yang mereka dapati, baik secara gratis maupun beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang berada dilevel ini adalah orang yang hebat dan bisa menjadi seorang penulis buku Forex , saham yang terkenal atau best seller, tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki keberanian untuk bermain secara nyata.

Beberapa dari mereka yang berada di Level ini bisa menjadi seorang Analis dari suatu perusahaan valas, hal ini desebabkan orang yang berada dilevel ini menguasai Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara teori. Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan pada setiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lupa bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tak pernah sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel ini adalah No Ation Talk Only (NATO).

Hati- hatilah jika bertemu dengan orang yang berada di level ini. Mereka bisa saja mengajak anda untuk berinvestasi dengan menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan. Ingat mereka hanya mengajak , tidak terjun langsung . Sehingga jika mengalami kerugian uang kita lah yang hilang, bukan milik mereka.

Level 1

Pada level ini mulai sadar, pengetahuan yang hebat tidak berguna jika tidak bisa menghasilkan keuntungan. Atas dasar pemikiran tersebut kita mulai memutuskan untuk  take action dengan membuka account di salah satu perusahaan sekuritas. Kita mulai berani melakukan transaksi dengan sangat hati2. Ketika mendapat keuntungan 1-3%, kita cepat2 menjual saham kita untuk mendapatkan keuntungan yang nyata. Beberapa kali kita akan mengalami keuntungan sehingga kita berpikir bahwa hal tersebut dapat terjadi setiap hari.

Pada level ini rata2 setiap orang terjebak bahwa keuntungan tersebut hanyalah faktor keberuntungan semata. Semagat kita sangat tinggi untuk melakukan transaksi sebanyak mungkin. Harga bergerak beralamanan arah dengan yang kita harapkan, kita mulai menahan saham kita berharap harga bisa kembali naik sesuai keinganinan kita. Ketika harga sudah turun jauh barulah melakukan managemen resiko. Meskipun rugi masih menganggap dirinya trader yang piawai. Banyak yang berhenti karena kehabisan uang tetapi tetap memantau pergerakan harga dan mengaku sebagai trader profesional.  Hanya 10% orang yang akan melanjutkan perjalanan menuju level 2.

Level 2
Pada level ini kita sadar bahwa kita tidak bisa mencetak keuntungan secara konsisten. Kita sadar kita dikuasai emosi dan ketamakan. Kita sadar pasar begitu kejam seperti medan perang. Kita mulai mencari dan membaca semua buku tentang saham. Pada level ini kita banyak mengeluarkan uang untuk membeli buku dan mengikuti pelatihan-pelatihan saham. Pada tahap ini kita akan mejadi lebih sabar menunggu pergerakan harga dan bahkan mampu menciptakan analisa-analisa teknikal sendiri, kita meguasai banyak jurus. Namun waktu terbuang untuk mencari jurus yang paling cocok dengan kepribadian kita. Dari 10 % trader hanya 7% yang berlanjut ke level 3

Level 3

Pada akhir level 2, kita akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan money management yang benar. Kita mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kita menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.Kita mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kita mulai trading jika kita tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kita hanya trading jika ada signal dari system kita, kita selalu menggunakan stoploss, karena kita tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading. Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kita. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kita tahu system itu system yang profit.

Kita secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management. Dan kedisiplinan kita untuk melakukan trading apapun yang terjadi.Kita mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. Dan hal ini mengingatkan kita 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama pada kita dan memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kita memang belum siap namun sekarang sudah siap.

Di level pencerahan, otak kita akan menerima bahwa kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

 

Level 4

Sekarang kita hanya trading jika system kita memberi signal. Kita cut loss sama gampangnya dengan take profit. Karena kita tahu system kita akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah resiko bisnis .Pada level ini kita benar2 menerapkan money management sehingga resiko benar2 terkendali.

Daru 5% yang tersisa hanya 3% yang betul2  menjadi trader sejati di level 5.

Level 5

Nah sekarang kita sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kita bisa trading secara alami, kita telah menguasai semuanya, kita bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kita telah open di posisi yang benar, jadi kita tinggal melihat profit kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit. Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kita telah menguasai emosi kita dan kini kita trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kita peroleh. Level ini disebut disebut Level Trader Sejati.

Kita akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita kenal dengan pertanyaan mereka, karena kita ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu. Kita akan memberikan saran bagi mereka, namun kita tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1. Kita tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kita mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kita bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kita bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.
Kita mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kita bisa membuat buku sendiri, kita bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kita akan berlipat-lipat dari account awal.

Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

 

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment