Merancang Solar Panel

Hal-hal yang perlu diketahui tentang Solar Panel yang belakangan ini semakin populer:

solar_solar-panels-3

1.Jika diseri voltase (tegangan naik) contoh dua aki 12 vol , 7 A diseri menjadi 24 vol, 7 A. (+ dihubungkan ke -)

2.Jika diparalel maka amper yang naik contoh dua aki 12 v 7 Amper menjadi 12v 14A (+ dihubungkan ke +)

3. Solar panel umumnya mempunyai tegangan atau voltase yang sama meskipun cuaca berbeda hanya saja ampernya yang berubah. Misal  17 v, 0,5 A di pagi hari, di siang hari menjadi  17 v, 1 A.

4.Umumnya tegangan solar panel 17-18 v saat masuk ke controler berkurang menjadi sekitar  14,5 vol

5. Aki VRLA atau disebut aki kering . Pilih aki VRLA bertipe gel untuk solar panel karena siklus pengecasan adalah yang paling bertahan lama. Aki basa berfungsi sebagai starter karena itu tidak awet mudah soak. Aki vrla Agm cocok untuk back up power seperti  UPS. Aki dayanya jangan sampai di bawah 50% karena akan mudah cepat soak. Oleh karena itu, sebaiknya jika ingin menggunakan 100 watt sehari maka aki harus 6 kali dari pemakaian yaitu 600 watt misal pilih aki 12 v 60 Ah= 720 watt.

starter-deep-cycles

 

6. Lebih baik siapkan controler yang kapasitasnya lebih besar misal 100 watt meskipun solar pane kapasitasnya hanya 20 watt. Kapasitas solar panel harus lebih besar dari pemakaian misal pemakaian 100 watt maka solar panel harus 40 watt x4 jam =120 watt.

Dari data diatas misalkan:

Dua buah Solar panel 20 watt : 17 v 1,15 A

Jika diseri      =34 vol , 1,15 A

Jika diparalel =17 vol , 2,3 A

7. Jika menggunakan controller PVM 20 V, 10 A akan mengisi ke batre 12 v x 1,15A = 13,8 watt perjam 4 jam sehari =55,2 watt ,  supaya bisa mengisi batre  dengan 9.2 A , maka  8 solar panel harus diparalel 12v x 9,2A =18,4 watt . Jika dua solar panel diparalel  12v x2,3A= 27,6 watt x 4 jam sehari = 110,4 watt. Jangan lupa pilih kabel yang besar, jika amper naik maka kabel harus sepadan. PPada PWM mutlak diperlukan kabel yang sepadan, misalnya spesifikasi 100W dapat menghasilkan 7A, maka jika anda mempunyai 4x 100W tentu pada saat hari sangat terang Ampere yang akan tercapai 7Ax4 (paralel) = 28A dengan volt yang rendah, maka kita harus lebih hati-hati dalam memilih kabel, sebab jika kita membeli kabel yang kecil, tentu akan sia-sia atau terbuang ampere yang dihasilkan oleh solar cell tidak akan tersalur secara sempurna ke controller.

8. Jika menggunakan controller MPPT 60V, 10A akan mengisi ke batre 12v x1,15 A=13,8.Supaya bisa mengecas ke batre dengan vol lebih tinggi makan solar panel harus diseri. Misal 2 solar panel diseri  12×2 =24 vol x1,15A=27,6 watt.. mppt umumnya bertegangan lebih tinggi, misalnya anda mempunyai solar cell 100W x 4 (serial) ampere 7A, anda hanya perlu kabel 7A atau 10A saja, karena pengawatan MPPT diserial, maka hanya tegangan saja yang menjadi tinggi sedangkan ampere akan tetap pada 7A dihari terang.

9. Solar panel tipe monokristalin efisiensinya tinggi tapi saat berawan tidak efisien. Sementara polikristalin efisiensinya rendah tapi saat mendung masih berkerja dengan baik.

versi lain:

Solar cell yang kita miliki, baik itu berukuran 10W (watt), 20w, 50w, 100w atau 200W sekalipun jika anda ukur tegangannya tanpa dipasang pada controller (tegangan terbuka atau VOC) baik itu dipagi hari, siang hari, berawan, hujan, sore hari, tegangan atau voltage-nya cenderung tetap.
Misalnya anda mempunyai solar cell 10W dengan sepesifikasi tegangan 19 volt, maka jika anda ukur pada berbagai cuaca atau keadaan baik pagi, sore, siang, berawan berat, hujan deras, tegangannya cenderung sama, tetap pada kisaran 18V s/d 20V atau lebih.
Tapi apa yang berubah?
Amperenya yang berubah, jika tidak percaya coba ukur ampernya pada waktu pagi hari jam 7 pagi dan jam 12 siang (asumsi semua dalam keadaan cerah).

Nah sampai disini sudah terbayang belum kenapa MPPT akan lebih efesien dalam mencharge baterai?
MPPT akan lebih bisa mengisi baterai jika hari mendung dibanding PWM.
Kenapa MPPT lebih bisa mencharge baterai dihari mendung daripada PWM?
Karena pada MPPT bisa memanfaatkan kelebihan tegangan tadi dan dikonversi menjadi arus/ampere yang tinggi ke baterai, sedangkan pada PWM karena hari mendung, walaupun tegangan tetap ada (bahkan hampir sama atau tidak ada penurunan) tapi Ampere jauh lebih kecil.
Dengan kata lain, MPPT akan lebih jago mencharge baterai daripada PWM.

10.

11.Kesimpulan untuk pemakian daya kecil lebih baik menggunakan PVM namun jika pemakaian besar dan kemungkinan akan mengupgarde lebih baik menggunkan MPPT

 

https://zulkarnain.wordpress.com/2014/01/31/ini-sebabnya-solar-charger-solar-controller-mppt-lebih-efesien-daripada-pwm/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>