How To Trade The Head And Shoulders Pattern

Sangat penting bagi seorang trader menunggu sampai pola IHS sempurna. Seorang trader jangan berspekulasi pattern yang belum sempurna  akan menjadi sempurna di kemudian hari. Misalnya sudah terbentuk bahu kiri , kepala dan  bahu kanan yang belum sempurna seperti kasus MYOH di bawah ini

MYOH

Anda berspekulasi dengan masuk di harga 480 karena anda berpikir pola ini suatu saat akan sempurna di kemudian hari, kemudian break di neck line  510. Dengan demikian anda sudah untung 35 poin dibanding trader2 yang masuk saat break di 515. Pemikiran di atas sangat dilarang bagi seorang trader, kecuali anda juga seorang investor yang yakin bahwa harga MYOH di level 480 sudah sangat murah. Saya sendiri sering berspekulasi masuk disaat bahu kanan belum sempurna karena alasan fundamental . Fundamental MYOH saat ini memang sangat meyakinkan  dengan ROE yang terus meningkat : http://www.saham101.com/2014/09/samindo-resources-tbk-blossoming-in.html  . Namun  resiko bisnis perusahaan sangat tinggi karena hanya tergantung pada  satu klien saja, yakni PT Kideco Jaya Agung, produsen batubara terbesar ketiga di Indonesia . Disisi lain harga batu bara yang terus menurun membuat investor berpikir kinerja MYOH juga akan menurun, logikanya Kidoce bisa menghentikan kegiatan menambangnya jika sudah tidak menguntungkan karena penurunan harga batubara.

dkft ihs

Seorang trader harus menunggu pola ihs sempurna dan harga menembus neckline, baru pada saat itu trader bisa masuk. Saya menganjurkan gunakan tenaga dalam 30%-50% pada level break out ini. Titik masuk  lainnya itu pada saat terjadi pullback. Ini adalah cara konservatif , kita bisa melihat apakah  hanya bull trap atau break yang sesungguhnya kembali kejalurnya. Biasanya trader institusi banyak masuk saat pullback karena resiko rendah sementara harga masih di permulaan tren. Cara ini punya kelemahan yaitu harga bisa saja langsung naik tanpa terjadi pullback.

Kebanyakan trader membeli saat break out karena terdengar menyenangkan dan transaksi ramai-ramainya. Coba pikir dengan logika,  anda membeli saat break out, sementra trader-trader lain juga membeli saat break out, lalu siapakah yang tertinggal membeli saham setelah anda masuk??LPCK_IHS

firstpullback

“Wait for the breakout buyers to get scared and sell. This sets up the pullback that you can get into with much lower risk and higher odds of having a successful trade.”

Setelah anda masuk baik itu disaat break atau pullback, anda harus menyiapkan strategi cut loss, biasanya saya cut loss sekitar 2-5% dari titik saya masuk.  Menurut anjuran cut loss untuk pola invested H and S pada umumnya adalah saat harga turun dibawa bahu kanan, pada gambar diatas yaitu cut loss di level  5.5 . Cara ini lebih beresiko.

Tidak ada pola yang sempurna. Meskipun pola IHS memiliki kehandalan yang tinggi, pola ini masih memiliki kelamahan yaitu:

  1. Harus mencari calon pola IHS, menunggunya sampai terbentuk sempurna, itu berarti harus menunggu lama seperti saat ini saya sedang menunggu MYOH.
  2. Tidak selalu bekerja setiap waktu. Stop level kadang2 akan diuji. Begitu juga neckline yang sudah ditembus akan menjadi support,  kadang2 harga bisa turun dari support ini kemudian naik lagi seolah tidak ada support di neckline.Kbliish1gambar diatas adalah inverted head and shoulder pertama.
  3. Pendapat sesorang bisa berbeda. Seorang trader bisa berpendapat pola IHS sementra trader lain tidak sependapat.kbliih2Jika saya mengatakan gambar di atas adalah inverted head shoulder apa anda setuju? Mungkin anda sedikit bingung bagaimana bisa head dan shoulder kanan pada gambar sebelumnya sekarang menjadi head saja. Menurut saya gambar diatas tetap IHS.
  4. Bandar sudah tau banyak trader yang masuk saat break neckline, karena di buku2 teknikal, artikel2 dari internet menyarankan membeli saat break. Level break out menjadi kesempatan bagus bagi bandar yang membeli di harga bawah dan punya banyak barang untuk jualan di saat break out. Jika bandar yang masuk saat break neck line gagal mengangkat harga maka sering terjadi false break. Ini juga merupakan kelemahan teknikal pada umumnya.

This entry was posted in Technical Analysis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>