NIPS perusahaan accu

Nipress didirikan pada bulan November 1970. Perusahaan ini menjual accu mobil, motor dan industri dengan merek NS.

NS

Dari income statement di atas terlihat  kenaikan cost of good sold naik sebanding meningkatnya penjualan.  Net income naik pesat dari tahun ketahun melebihi kenaikan penjualan karena perusahaan berhasil menekan operating expense.  Bisnis dengan menekan operating expense tidak akan bertahan lama, ada batas dimana operating expense tidak bisa ditekan terus menerus. Ingat kasus CINT ? .Saat ini di kuartal 2 2014 operating margin sudah 10 %. Saya rasa angka ini sudah cukup bagus mengingat operating margin sektor yang sama seperti GJTL, ASGR, ASII, OUTO  berkisar 6- 13%. Jadi untuk meningkatkan laba , NIPS mau tidak mau harus mengandalaan peningkatan penjualan. Yang perlu diwaspadai adalah kenaikan other expense yang melebih kenaikan penjulan, disebabkan oleh hutang bunga yang harus dibayar.  DER =1,1 masih dalam batas normal mengingat perusahaan ini membutuhkan hutang untuk membiayai expansinya. Saya yakin di masa depan DER perusahaan akan menurun seiring bertumbuhnya equity.

NIPS_Balance_sheet

Dari equity balance sheet terlihat peningkatan equity yang mencolok pada kuartal 2 thn 2014 disebabkan karena NIPS mendapatkan dana dari right isue untuk menambah modal kerja dan pembelian mesin. Selain itu NIPS juga berencana untuk membangun pabrik baru.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Nipress Tbk. (NIPS) telah menyerap 44% dari total dana hasil right issue sebanyak Rp98,33 miliar untuk modal kerja dan pembelian mesin.

Direktur Nipress Herman Slamet dalam laporan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/4/2014) menjelaskan perseroan meraup hasil bersih right issue sebanyak Rp222,93 miliar yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan pembelian mesin senilai Rp127 miliar.

Selain itu, Perseroan mengalokasikan dana untuk modal kerja sebanyak Rp83 miliar dan pembangunan pabrik Rp20 miliar.

Emiten yang bergerak dalam produksi baterai otomotif dan industri itu berencana untuk membangun pabrik baru di kuartal II/2014 untuk mendukung ekspansi dan target pertumbuhan pendapatan perseroan di tahun ini.

Pengembangan pabrik dan penambahan mesin yang membutuhkan waktu sekitar 1 tahun tersebut menyedot investasi Rp337,8 miliar dengan menggunakan sumber pembiayaan yang berasal dari dana hasil right issue sekitar Rp147,1 miliar dan sisanya Rp170,7 miliar menggunaan pendanaan dari bank.

segment_NIPS

“Utility mesin produksi NIPS sudah 100% bahkan sudah memberlakukan jam lembur untuk memenuhi permintaan mobil LCGC”.  Sungguh aneh, apa yang di beritakan tidak tercermin dari penjulan accu mobil, perhatikan 276,8 vs 255,4. Artinya penjulanan hanya meningkat 8,3%. Terendah dibanding peningkatan accu motor dan industri.

Valuasi:

Harga sekarang                        :291
Perkiraan EPS                            :40 (20×2)
PER                                                  :7,3
Average PER                :
Deviden PayOut Ratio         :0
Long term EPS grow              :90%
Deposito                                        :7%
Risk premium                              :8% (resiko investasi di bursa)
Require return                           :15% (return minimal di bursa saham)
EPS grow proyeksi                  :15% karena sangat jarang ada perusahaan bisa tumbuh lebih dr 15% secara konsisten selama 5 tahun
Perkiraan PER                            :8

Langka 1 : Proyeksi EPS untuk 5 tahun kedepan(menggunakan bilangan bulat)

proyeksi 15%    eps grow    eps akhir tahun
tahun 2014                                        40
tahun 2015        40 +15%            46
tahun 2016        46 +15%            53
tahun 2017        53 + 15%            61
tahun 2018        61+ 15%            70
tahun 2019       70+ 15%              80

Langka 2 :    Proyeksi harga saham untuk 5 tahun kedepan dengan PER 8 kali
proyeksi harga saham pada akhir tahun 2019 = 8 x 80 = 640

Langka 3 :    menghitung laba yang dibayar sebagai deviden
dengan DPR(deviden pay out ratio) sebesar 0 % deviden yang akan kita terima sebesar 0/saham

langka 4 :    Menghitung harga saham total
harga saham 5 tahun ke depan + deviden 5 thn kedepan  640+0=640

langka 5 :    Menentukan harga wajar saham untuk imbal hasil yang layak

return 15%        harga wajar
tahun 2018        640/1,15            556
tahun 2017        556/1,15            483
tahun 2016        483/1,15             420
tahun 2015        420/1,15            365
tahun 2014        365/1,15            317

Anual return yg diinginkan 15%.            Harga tertinggi yang pantas dibayar  317

harga saat ini 291 sementara harga wajar 317, terdapat potensi keuntungan 8,1%.

Valuasi diatas adalah valuasi yang sangat konservatif.  Melihat EPS grow NIPS yang jumbo  dan rencana pembangunan pabrik baru yang pastinya akan meningkatkan penjualan rasanya sangat tidak adil menggunakan eps grow 15%.  Bila menggunakan eps grow yang lebih realistis yaitu 20% maka valuasinya akan menjadi
Langka 1 : Proyeksi EPS untuk 5 tahun kedepan(menggunakan bilangan bulat)

proyeksi 15% eps grow    eps akhir tahun
tahun 2014                                        40
tahun 2015        40 +20%            48
tahun 2016        48 +20%            57
tahun 2017        57 +20%            68
tahun 2018        68 +20%            81
tahun 2019       81 +20%              97

Langka 2 :    Proyeksi harga saham untuk 5 tahun kedepan dengan PER 8 kali
proyeksi harga saham pada akhir tahun 2019 = 8 x 97 = 776

Langka 3 :    menghitung laba yang dibayar sebagai deviden
dengan DPR(deviden pay out ratio) sebesar 0 % deviden yang akan kita terima sebesar 0/saham

langka 4 :    Menghitung harga saham total
harga saham 5 tahun ke depan + deviden 5 thn kedepan  776+0=776

langka 5 :    Menentukan harga wajar saham untuk imbal hasil yang layak

return 15%                                   harga wajar
tahun 2018        776/1,15            674
tahun 2017        674/1,15            586
tahun 2016        586/1,15             509
tahun 2015        509/1,15            442
tahun 2014        442/1,15            384

Anual return yg diinginkan 15%.            Harga tertinggi yang pantas dibayar  317

harga saat ini 291 sementara harga wajar dengan PER 8x = 384, terdapat potensi keuntungan 24 %. Rata2 per industri 15 x, Bagaimana bila suatu saat NIPS ditransaksikan dengan PER 15 ? profit anda akan lebih besar lagi dari sekarang.

Bagaimana Prospek NIPS di masa depan? Silahkan baca news ini :

JAKARTA. PT Nipress Tbk (NIPS) berencana menambah kapasitas produksi baterai otomotif dan industri. Di tahun ini, NIPS akan mulai membangun pabrik baterai baru yang akan mendongkrak kapasitas hingga dua kali lipat dari posisi sekarang.

Richard Tandiono, Direktur NIPS menyatakan, kapasitas produksi saat ini sekitar 200.000 baterai per tahun. Artinya, ekspansi itu akan menambah kapasitas produksi NIPS menjadi 400.000 baterai per hari.

“Kami akan mulai April ini dan ditargetkan selesai pada kuartal II-2015 mendatang,” kata Richard kepada KONTAN, Selasa (4/2). NIPS merasa perlu menambah kapasitas seiring bertambahnya permintaan baterai baik untuk segmen otomotif maupun industri.

Seperti diketahui, sejak tahun lalu, pemerintah sudah menggulirkan program mobil murah ramah lingkungan alias low cost green car (LCGC). Program ini berimbas positif pada permintaan baterai otomotif yang diproduksi NIPS.

Di sisi lain, utilisasi kapasitas produksi NIPS sudah hampir maksimal alias 100%. “Kami bahkan sudah memberlakukan jam lembur agar bisa memenuhi permintaan LCGC ini,” terang Richard.

Kendati begitu, NIPS tidak ingin hanya menggarap penjualan baterai otomotif. Di tahun ini, NIPS juga akan memacu penjualan baterai industri. Baterai jenis ini biasanya dibutuhkan untuk industri telekomunikasi dan energi terbarukan.

Dengan strategi ini, NIPS menargetkan bisa meraih pertumbuhan pendapatan 35% dibandingkan tahun lalu.

This entry was posted in Fundamental Analysis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>