Cara menanam Durian

menanam_durian

Keterangan tambahan : Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat.

Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit.

Sedangkan cara pemupukan dan waktunya adalah sebagai berikut:

menanam_durian2

PEMUPUKAN
Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK 15 : 15 : 15
1. Tahun Pertama
Umur tanam 3 bulan 150 gram
Umur tanam 6 bulan 200 gram
Umur tanam 12 bulan atau 1 tahun 250 gram
2. Tahun Kedua
Pupuk kandang 2 karung
Umur tanam 18 bulan atau 1,5 tahun 300 gram
Umur tanam 24 bulan atau 2 tahun 350 gram
3. Tahun Ketiga
Pupuk kandang 3 karung
Umur tanam 30 bulan atau 2,5 tahun 500 gram
Umur tanam 36 bulan atau 3 tahun 1000 gram
4. Tahun Keempat
Pupuk kandang 4 karung
Umur tanam 42 bulan atau 3,5 tahun 2500 gram
Umur tanam 48 bulan atau 4 tahun 3000 gram
5. Tahun Kelima
Pupuk kandang 5 karung
Umur tanam 54 bulan atau 4,5 tahun 4000 gram
Umur tanam 60 bulan atau 5 tahun 5000 gram
6. Tahun KenamPupuk kandang 6 karung
Umur tanam 66 bulan atau 5.5 tahun 6000 gram
Umur tanam 72 bulan atau 6 tahun 8000 gram

Pada tahun selanjutnya dapat mengunakan pupuk sesuai kebutuhan dan kesuburan tanaman. Adapun jarak tanam yang ideal yang digunakan adalah 10m x 10m atau 12m x 10m dengan catatan jarak 12m adalah jarak tanaman yang membujur ke utara-selatan. Tujuannya adalah supaya sinar matahari dapat lebih leluasa mengenai tanaman.

Cara pemupukan dapat dilakukan dengan cara membuat lubang berbentuk lingkaran dengan kedalaman 20 cm yang berada diluar tajuk terluar. Dengan cara ditaburkan merata didalam lubang kemudian ditutup kembali supaya tidak menguap. Waktu pemupukan setelah satu tahaun yang terbaik adalah pada pemupukan pertama diberikan pada saat awal musim hujuan sedangkan pada pemupukan kedua diberikan pada saat akhir musim hujan.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.

Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buah yang ada.

2. Penyiangan

Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan dalam budidaya durian , perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian).

3. Pemangkasan/Perempelan

a. Akar durian

Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama ± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

 

This entry was posted in Perkebunan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>