Ubi UJ 5 (cassesart)/kasesa

PARITTIGA, BANGKA POS – Kecamatan Parittiga menggerakkan masyarakat petani di Kecamatan Parittiga-Jebus untuk menanam tanaman ubi kasesa. Pengusaha lokal juga dilibatkan sebagai penyedia bibit tanaman tersebut. Untuk tahap awal, pengusaha lokal sudah mendatangkan bibit tanaman ubi kasesa.

Masyarakat petani di Kecamatan Parittiga-Jebus juga sudah mulai menanam bibit ubi kasesa di lahan kebun dan pekarangan rumah mereka.

Umbi tanaman ubi kasesa merupakan bahan baku pembuatan tepung tapioka. Nanti, pengolahan umbi tersebut menjadi tepung tapioka akan dilakukan di pabrik yang sudah mulai disiapkan di Kabupaten Bangka Barat.  http://bangka.tribunnews.com/2014/04/25/1000-ha-untuk-tanaman-ubi-kasesa

Dari berita di atas, pemerintah mengharapkan masyarakat Bangka Belitung untuk tidak bergantung pada timah , mencari alternatif sumber penghasilan baru dengan memanam ubi kasesa atau UJ-5
(Cassesart) yang produksiny a1 hektar sekitar 30-60 ton. Yang membuat saya bingung mengapa perintah  tidak menyarankan menanam ubi gaja yang produksi mencapai 120-200 ton?  Dari kuantitas bukankah lebih menguntungkan menanam ubi gaja dari pada cassesart.

UJ5

Cara Tanam menurut BPTP Lampung

Cara tanam yang banyak digunakan petani adalah sistem tanam rapat dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Cara tanam ini memiliki banyak kelemahan antara lain penggunaan bahan tanaman dalam jumlah besar (18.000 tanaman/ha) dan produktivitas rendah (18-22 ton/ha). Hasil kajian BPTPLampung menunjukkan bahwa penggunaan sistem tanam double row dengan variates UJ-5 mampu menghasilkan ubikayu 50-60 ton/ha.

 

Adapun cara penanaman ubikayu sistem double row adalah sebagai berikut :

Penggunaan bibit unggul

Setek untuk bibit tanaman adalah varietas UJ-5 yang diambil dari tanaman yang berumur lebih dari 8 bulan. Jumlah bibit per hektar dengan sistem tanam double row adalah 11.700 tanaman. Panjang setek yang digunakan adalah 20 cm.

 

Pengolahan tanah

Tanah diolah sedalam 25 cm dapat dilakukan dengan mencangkul, membajak dengan ternak dan traktor. Dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yaitu 80 cm dan 160 cm (Gambar 1 dan 2).

double_row

 Sistem tanam

Sistem atau cara tanam double row adalah membuat baris ganda (double row) yakni jarak antar barisan 160 cm dan 80 cm, sedangkan jarak di dalam barisan sama yakni 80 cm.

Sehingga jarak tanam ubikayu baris pertama (160 cm x 80 cm) dan baris kedua (80 cm x 80 cm). Penjarangan barisan ini ditujukan agar tanaman lebih banyak mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesa, sehingga pembentukan zat pati ubikayu di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besarbesar. Selain itu, diantara barisan berukuran 160 cm dapat

ditanami jagung dan kacang-kacangan untuk meningkatkan pendapatan petani. Keuntungan lain dari sistem tanam ubikayu double row adalah jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.700 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 17.800 tanaman

double_row

Pemupukan
Dosis pemupukan an-organik per ha yang dianjurkan adalah : 200 kg Urea + 150 kg SP36 + 100 kg KCl dan 5 ton pupuk kandang. Pada musim tanam berikutnya dosis pupuk kandang dikurangi menjadi 3 ton/ha. Pemupukan Urea dilakukan 2 kali yakni pada umur 1 bulan dan 3 bulan, sedangkan SP36 dan KCl diberikan 1 kali pada umur 1 bulan setelah tanam. Pemberian pupuk kandang dilakukan pada sekitar perakaran pada umur 2 minggu setelah tanam.
Pemeliharaan
Penyiangan pertama dilakukan pada umur 3 minggu sampai 1 bulan setelah tanam. Penyiangan ini dilakukan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dilakukan pada umur 1 bulan, dengan jumlah cabang yang
dipelihara adalah 2 cabang per tanaman

analisa usaha ubi

Coba perhatikan tabel di atas, teknologi petani dengan acara tradisional hanya menghasilnya 25.000 kg/perhektar. Produksi 25 ton/hektar ini  sudah dibuktikan sendiri oleh petani2 di bangka dengan harga jual sekitar 500 Rupiah/kg . Rata-rata petani disini memang menghasilkan 25 ton/hektar bahkan ada yang hanya 10 ton per hektar. Oleh karena itu saya mengganjurkan untuk mecoba teknologi double row. Bagi petani yang lebih rajin boleh mencoba menyambung ubi uj 5 sebagai batang bawah dengan ubi karet sebagai batang atas . Metode penanaman juga berbeda dengan double row : http://yudi.sherlock-group.com/2014/05/cara-menghasilkan-120-tonhektar-ubi-kasesa/

Selamat mencoba, semoga petani-petani ubi bisa sejahtera.

http://lampung.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/publikasi/ubikayu.pdf

This entry was posted in Perkebunan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>