Sidang Bank Century

Teman2  saya mau menyampaikan ke pada kalian bahwa beberapa hari yang lalu seperti yang kita tau sidang lanjutan kasus Bank Century berlangsung seru. Terjadi perdebatan pendapat yang sangat menarik antara jaksa KPK dengan saksi mantan Menkeu Sri Mulyani. Sri juga mengungkapkan bahwa keputusan menyelamatkan Bank Century dengan memperhitungkan ketenangan masyarakat. Namun, argumen Sri sempat dibantah oleh jaksa KPK, KMS Roni.

“O.. Tidak bisa diukur (ketenangan masyarakat),” kata Roni.

“Bisa dong pak,” balas Sri Mulyani.

“Dari mana bisa diukurnya?” tanya balik Roni.

Menurut Sri Mulyani, saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta akun rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan.

“Itulah nilai keamanan itu,” tegas Sri Mulyani.

“Ada lima bank yang mirip Bank Century dan 18 yang mengalami kesulitan likuiditas,” kata Sri Mulyani di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).

 

Mantan Gubernur BI Boediono pernah mengeluarkan rilis kepada media soal kondisi perbankan Indonesia stabil dan sehat. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun menjelaskan latar belakang Boediono yang ‘terpaksa’ memberi pernyataan seperti itu.Tujuannya untuk menenangkan masyarakat,” kata Sri Mulyani saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Jika Boediono saat itu mengumumkan kondisi perbankan Indonesia yang mulai terguncang, Sri Mulyani yakin akan terjadi kekisruhan perbankan. Publik bakal mengalami kepanikan luar biasa. Di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Antrean nasabah yang hendak menarik uangnya di Kacab Bank Century Surabaya dan Medan mulai berkurang.

“Anda sebagai Gubernur BI mengatakan sistem keuangan tidak stabil, yah itu sama saja mengundang orang untuk panik,” jelas Sri Mulyani.”Situasi saat itu kita ingin tenangkan masyarakat,” lanjutnya lagi. Usai debat tersebut, hadirin sidang pun bertepuk tangan untuk Sri Mulyani.

 

Dari cuplikan kesaksian Sri Mulyani diatas saya bisa menyimpulkan:

  1.  Sri Mulyani dan Boedione sukses membohongi publik bahwa kondisi perbankan Indonesia masih stabil dan sehat.
  2. Berkat kebohongan Sri Mulyani  masyarakat tenang  karena Bank Century diambil alih LPS. Coba kalian pikir bagaimana bisa untuk kasus Bank Century…., tiba-tiba dalam 1 tahun modal LPS naik dari Rp 7 triliun ke Rp 14 triliun, dan dipakai untuk ‘menolong’ Bank Century Rp 6.7 triliun. Dari mana datangnya Rp 7 triliun dalam 1 tahun ini. Hebat amat LPS bisa tumbuh 100% dalam 1 tahun. Mungkin dapat hibah dari pemerintah. Dan kwitansi hibah itu nantinya ditagih dalam bentuk pajak atau mencetak duit.
  3. Sri Mulayani mengungkapkan kebohongan dengan membuat kebohongan baru :bagaimana bisa modal LPS 14 Triliun  bisa menanggung dana nasabah 1700 Triliun?
  4. Intinya Srimulyani ingin masyarakatnya tidak menarik uangnya di Bank dengan jaminan dari LPS yaitu : sejak tanggal 13 Oktober 2008, nilai Simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank paling banyak Rp2.000.000.000. Dari pernyataan LPS kita bisa menyimpulkan pemerintah menjamin nomil uang kita supaya tetap . Tapi tidak menjamin nilai rill uang kita supaya tetap. Pemerintah tidak mengatakan bahwa deposit anda tidak akan dibekukan. Uang anda akan utuh di bank tetapi tidak bisa diambil kalau pemerintah memutuskan untuk dibekukan.
  5. Hadirin sidang bertepuk tangan untuk Srimulyani. Hadirin itu adalah masyarakat. Tepuk tangan itu adalah bahasa tubuh kalau saya terjemahkan kedalam bahasa “Masyarakat kita senang dibohongi”. Sudah jelas2 di bohongi masih tepuk tangan. Bagaimana kalau krisis benar-benar terjadi, uang deposito kita dibekukan, apakah hadirin akan tepuk tangan?

Sekedar info : Sejarah uang deposito dibekukan pernah terjadi pada masa orde lama di mulai 25 Agustus 1959. Uang 500 Gunting syarifudin di ganti dengan 50 uang orde lama dan untuk deposito diatas 25.000 uang orde lama dibekukan dijadikan deposito berjangka.Delapan tahun kemudian uang 25000 itu cukup untuk membeli 3 bungkus kuaci dengan kata lain anggap saja penyitaan untuk negara. Masih ingin bertepuk tangan untuk Srimulyani?

 

Berbohong itu dilarang agama, seharusnya sebagai pejabat tidak seharusnya membohongi masyarakatnya. Masih banyak cara lain untuk membuat masyarakat tidak panik selain berbohong.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>