Cara menghasilkan 120 ton/hektar ubi kasesa

  1. Sambung singkong cassesart / UJ 5 sebagai batang bawah dan singkong karet sebagai batang atas. UJ 5 dipilih sebagai batang bawah karena unggul. 'Potensi hasilnya mencapai 30 ton/hektar. Soal singkong karet? Varietas yang tidak menghasilkan ubi itu berdaun rimbun. Asumsinya  dengan banyaknya jumlah daun, maka pertumbuhan ubi semakin besar. Sebab, daun tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Dari proses itu dihasilkan makanan yang akan dipasok ke seluruh bagian tanaman. Sedangkan kelebihannya akan disimpan dalam umbi. Penyambungan itu ia lakukan sendiri untuk menghasilkan 4.400-4.500 bibit. Itu cukup untuk penanaman di lahan 1 ha.gambar bibit ubi bibit ubi hasil penyambungan. Hasil penyambungan ini mampu menghasilkan Tumbuhan Ubi Kayu yang mampu menghasilkan Umbi antara 35Kg s/d 50Kg per Pohonnya.
  2. Siapkan bibit pada musim kemarau. Sambungan antara singkong Uj 5 dan singkong karet diikat dengan plastik. Kontrol pertumbuhan bibit di persemaian selama sebulan. Jika terjadi penyumbatan alias bottleneck, dipastikan sambungan tidak sempurna, jadi tidak layak dijadikan bibit. Bila kulit batang dan gabus berwarna putih dan tumbuh mata tunas, maka penyambungan itu berhasil.
  3. Sebulan pascapenyambungan, pindahkan tanamkan bibit ke lahan setelah memotong bagian akar. Jarak tanam 1,5 m x 1,5 m sehingga populasi 4.400-4.500 batang per ha. Itu cukup memberikan ruang bagi singkong untuk tumbuh maksimal. Bandingkan dengan jarak tanam pekebun lain 1 m x 1 m-total populasi lebih dari 9.000 tanaman-sehingga tampak rapat. Dampaknya, produksi justru rendah.
  4. Jarak tanam lebar bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan produksi singkong. Komposisi pupuk kunci utamanya, bukan banyaknya pupuk. Taburkan  5 ton pupuk kandang per ha di lahan yang sudah diolah.
  5. Empat hari usai tanam, Tambabahkan 0,5 ons atau 50 gram pupuk NPK di sekeliling batang. Total pupuk NPK yang diberikan 200 kg.
  6. Taburkan  total 300 kg NPK ketika kerabat karet itu berumur 3 bulan.
  7. Panen singkong berumur 10 bulan. Produktivitas ubikayu itu bisa mencapai 30 kg per tanaman atau sekitar 120 ton per hektar.

Cara lain:

  1. Sebelum menanam, rendam bibit sepanjang 10-15 cm dalam pupuk organik cair selama 3 jam. Bukan cuma sebagian, tetapi seluruh permukaan bibit terendam dalam pupuk. Tujuannya untuk mempercepat pertumbuhan tunas.
  2. Tanam  bibit-tanpa daun-berjarak 2,5 m x 1 m sehingga total populasi 5.000 tanaman.
  3. 1 kg kompos per tanaman sekaligus menyiramkan pupuk organik cair. Hanya dalam waktu 2 pekan, bibit memunculkan tunas muda.
  4. Pada bulan ke dua dan ke empat berikan pupuk organik cair dengan dosis perbulan sebanyak 2 liter untuk seluruh tanaman
  5. Bulan ketiga dan kelima ia memberikan 600 kg Urea dan 495 kg NPK di bawah tajuk tanaman. Setelah bulan kelima hingga panen, ia tak pernah memupuk lagi.

Untuk pupuk kompos atau organik saya anjurkan menggunakan tithonia . http://yudi.sherlock-group.com/2014/04/cara-menghemat-pupuk-kelapa-sawit/      . Tithonia bisa dibenam di bawa gundukan. Jadi tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kompos di toko2 pertanian.  Selamat mencoba!

This entry was posted in Perkebunan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>