ILMU SAKTI PENANGKAL PAJAK

Banyak orang ingin kaya. Mereka bekerja keras untuk meningkatkan jumlah nol di rekening mereka , namun mereka tidak menyadari meskipun jumlah nol di rekening mereka  meningkat ternyata nilainya menurun.  Misalkan anda punya uang  60 juta  rupiah di tahun 2008, kemudian uang tersebut anda investasikan ke deposito dan ditambah dengan hasil kerja keras anda uang tersebut menjadi  90  juta di tahun 2013. Terlihat nominal uang anda meningkat 30 juta atau 50% dalam 5 tahun.  Anda bahagia, karena kekayaan anda meningkat.  Benarkah demikian?  Di tahun 2008 , uang anda 60 juta bisa membeli 10 ton beras(6000/kg),  di tahun 2013 uang anda 90 juta ternyata hanya bisa membeli 9 ton beras (10.000/kg).  Pajak lah yang menyebabkan nilai mata uang anda menurun meskipun nominal uang anda bertambah.

Ada dua cara pemerintah menarik pajak :

  1. Dengan cara terang2an misalnya laba perusaahan anda 1 miliar, dipotong pajak 25% menjadi  750 juta.  Contoh lain ada makan direstoran 100 ribu dikenakan pajak 10% jadi jumlah yang harus anda bayar 110 ribu
  2. Dengan cara yang lebih halus dan tersembunyi membuat anda tidak menyadari bahwa anda telah membayar pajak yaitu dengan mencetak uang baru. Misal di negara Indonesia  tahun 2013 jumlah uang yang berdar 1000 rupiah. Luas tanah Indonesia 10 meter persegi.  Harga tanah akan menjadi  100 rupiah permeter.  Jika pemerintah di tahun 2014 mencetak uang 10% dari jumlah uang yang beredar , jumlah uang yang beredar menjadi  1100 rupiah maka harga tanah akan menjadi  110 permeter di tahun 2014.  Anda membeli tanah 110 rupiah permeter lebih tinggi 10 rupiah di banding tahun 2013.  Kenaikan sebesar 10 rupiah adalah pajak .  Jika anda menonton televisi pejabat-pejabat kita  menyebut  kenaikan harga2 barang ini sebagai inflasi. Padahal kenaikan harga tersebut adalah  “akibat”, sementara “penyebab” kenaikan harga barang tersebut tidak dibahas dan terkesan penyebab ini ditutup- tutupi.  Wajar saja pemerintah menutup-nutupi penyebab kenaikan harga barang-barang ini, karena kita pasti marah jika tau kita dikenai pajak yang sangat besar dengan cara  yang lebih halus dan tersembunyi melalui hak monopoli percetakan uang.

Menurut saya cara no 2 adalah cara menagih pajak yang paling adil. Orang miskin yang punya uang tunai 1 juta membayar pajak 100 ribu pertahun. Orang kaya yang pempunyai uang  tunai 10 miliar membayar pajak 1 miliar. Jika anda pekerja kantoran, tangan pajak bisa menjangkau anda melalui perusahaan. Pajak dipotong langsung oleh perusahaan. Lain halnya dengan tukang bakso, tukang sayur, pengemis, pemulung, tukang ojek dan profesi sejenisnya, mereka tidak kena pajak penghasilan atau pajak penjualan. Jangan dikira mereka ini penghasilannya rendah. Seorang pemulung  penghasilannya bisa  Rp 100.000 – Rp 200.000 per hari, 365 hari per tahun. Jelas penghasilan mereka sudah melewati batas kena pajak. Sayangnya penarik pajak tidak bisa menjangkau mereka secara langsung. Oleh sebab itu diperlukan cara untuk memajaki mereka yaitu lewat inflasi. Inflasi yang menggerus nilai riil tabungan mereka . Kalau uang kertas diperbanyak jumlahnya maka nilainya turun. Akibat selanjutnya adalah nilai riil tabungan turun. Pemerintah sangat menyukai cara no 2 ini. Kalau harga barang naik maka pajak juga naik. Nilai riil pajak juga naik. Misalnya pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, pajak barang mewah, pajak bumi dan bangunan. Contoh seandainya seseorang membeli rumah beserta tanahnya seharga 100 juta rupiah. Kalau dipecah nilainya, 50 juta rupiah untuk tanahnya dan 50 juta rupiah untuk bangunannya. Setelah 12 tahun, kalau mau membeli unit rumah yang sama, baru, harganya sudah naik menjadi Rp 480 juta karena inflasi sebesar 17% per tahun. Inflasi 17% per tahun untuk Indonesia adalah biasa di era reformasi. harga rumah yang sudah naik 480 juta itu, atau lebih tepatnya nilai uang sudah turun 79%.  Karena tidak dirawat, rumahnya hancur dan kalau dijual nilai rumah tetap ada tapi harga bangunanya praktis nol. Jadi harga tanahnya (setelah 12 tahun) adalah 240 juta rupiah. Masih ada kenaikan harga nominal. Kalau tanah ini dijual maka akan kena pajak karena ada keuntungan pemindahan aset. Kenaikan nominal dari 100 juta rupiah menjadi 240 juta rupiah dianggap sebagai keuntungan yang bisa dipajaki. Padahal secara riil ada kerugian sebesar 50% atau 240 di saat menjual karena adanya depresiasi. Daya beli Rp 240 juta di saat menjual kembali rumah yang sudah hampir roboh dan tanahnya hanya 50% dari daya beli Rp 100 juta 12 tahun sebelumnya. Kalau uang yang Rp 240 juta itu dibelikan kambing atau sapi atau beras, hanya akan memperoleh separo dari apa yang bisa dibeli dengan Rp 100 juta pada 12 tahun sebelumnya. Sudah rugi dipajaki pula. Alangkah licinya pemerintah. Transaksi yang secara riil rugi masih dikenai pajak. Oleh sebab itu politikus punya kepentingan untuk membuat inflasi dan harga naik. Tanpa ada inflasi, pemerintah tidak bisa memajaki transaksi yang secara riil rugi. Coba perhatikan gambar di bawah ini!uang

Jangan remehkan uang diatas, bisa berguna untuk mebeli kebutuhan sehari- hari . 10sen thn 1954, Rp5,- th 1974, Rp 10,- dll. Betapa berharganya uang itu dulu sekali, mungkin kalo di ukur dengan uang sekarang bisa berkisaran dpt rokok 1 slop ato Mc.D paket nasi. Di tahun 2014 anda pernah melihat uang pecahan 25 rupiah beredar??? Setelah anda mempelajari bagaimana cara pemerintah menagih pajak, saatnya saya menurunkan ilmu saya kepada pembaca untuk menangkal pajak no 2.  Saya menyarankan anda :

  1. Jangan menyimpan uang tunai karena nilai uang tunai anda akan tergerus 10-11% setiap tahun. Sebagai gambaran jumlah uang yang beredar januari 2013 sebesar  3268 Triliun. Pada januari 2104 uang yang beredar telah mencapai 3649 Triliun, artinya pemerintah mencetak uang  sebesar 11,6%.  Untuk mengetahui perkembangan uang yang beredar silahkan buka situs ini :  http://www.bi.go.id/id/publikasi/perkembangan/Pages/M2_Februari_2014.aspx    .
  2. Jangan investasikan uang anda ke mobil dan bahan2 yang mengandung logam yang bisa berakarat. Mobil selain bisa berkarat , harga jualnya setiap tahun selalu turun.
  3. Jangan investasikan uang anda ke instrument investasi yang imbal hasilnya kurang dari 11% misalnya deposito .
  4. Jika anda seorang yang berani mengambil resiko , investasikan uang anda ke saham .

performa_ihsg

Terlihat jelas bahwa:

  1. IHSG dan emas dapat mengalahkan inflasi.
  2. Walaupun lebih fluktuatif, terlihat bahwa secara kumulatif IHSG mampu untuk mengungguli kinerja emas.

Dengan demikian tampaknya berinvestasi di bursa saham terlihat masih cukup prospektif .

 5.  Jika anda seorang yang kurang berani mengambil resiko,  investasikan uang anda ke tanah. Mengapa tanah? Ingat pemerintah bisa mencekak uang sesuka hati, namun pemerintah tidak bisa mencetak tanah.  Jika pemerintah mencetak uang 10%, harga tanah juga akan naik 10%.   Sebagai gambaran investasi tanah di Jakarta: harga_tanah

2014   Rasuna said:  30 juta             Sudirman   50-60 juta.

Jika di hitung dari tahun 1983- 2014 atau kurang lebih selama 31 tahun, investasi di tanah di  Jakarta  kususnya Rasuna said dan Sudirman memberikan return sekitar 14%.  Jika anda bertanya kepada saya mengapa harga tanah di Jakarta bisa memberikan gain 14% tahun?  Akan saya jawab dengan logika sederhana: kenaikan harga tanah 10 % karena pemerintah mencetak uang baru rata-rata sebanyak 10% pertahun dari jumlah uang yang beredar sebagai pajak.  Kenaikan  4% lagi disebabkan oleh kenaikan permintaan tanah karena peningkatan jumlah penduduk.  Jadi total kenaikan 14% pertahun berasal dari logika diatas. Keuntungan investasi tanah:

  1. Capital gain, yaitu kenaikan harga tanah pertahun
  2. Jika tanah disewakan , anda akan mendapat pengahasil dari sewa
  3. Tanah bisa ditanami dengan komoditi pertanian dan perkebunan, anda akan memperoleh hasil penjualan dari komoditi tersebut.
  4. Tanah diatasnya bisa di bangun rumah atau apartemen, kemudian disewakan. Anda bisa memperoleh pendapatan sewa dari properti anda.

Tips membelih tanah yang bisa saya sarankan (gambaran secara umum):

  1. Prioritaskan membeli tanah di kota2 besar yang padat penduduknya terutama di pulau Jawa. Menjual tanah itu sangat sulit tidak seperti menjual emas atau kacang goreng. Jadi semakin banyak penduduknya permintaan tanah di daerah tersebut  akan semakin banyak sehingga mudah menjualnya. Coba anda bayangkan jika membeli tanah di desa2 , jika anda mau menjual tanah anda ,yang membeli pastilah penduduk di sekitar desa tersebut. Jika di Jakarta yang membeli adalah penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kalau tidak percaya coba tanyakan pada kenalan anda atau tetangga anda, punya tanah/rumah di Jakarta?
  2. Belilah tanah di lingkungan yang banyak orang kaya. Karena tanah di daerah ini akan lebih cepat naik dari pada di daerah orang miskin. Logikanya menarik keuntungan dari orang kaya akan lebih mudah dari menarik keuntungan dari orang miskin.
  3. Belilah tanah yang prediski ke depannya bisa padat penduduknya. Membeli tanah seperti daerah ini memang bersifat spekulasi. Namun keuntungan sebanding dengan resiko.  Harga tanah di daerah ini  masih murah, kalau sudah ramai jelas tidak murah lagi. Saya kasih contoh  misalnya membeli tanah di Karawang. Pemerintah berencana  membangun bandara di Karawang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta.   Jika bandara bandara sudah jadi dan sudah berfungsi, jelas tanah di daerah Karawang akan mahal.
  4. Dan lain2, cari sendiri, jangan malas!

Di balik keuntungan dari investasi tanah, investasi tanah juga mengandung resiko.  Akan kita bahas resiko ini  pada kesempatan lain.

This entry was posted in Investasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>