Cara supaya Kelapa Sawit Tidak Perlu Dipupuk Selama Dua Tahun

Teman-teman saya dapat trik supaya sawit tidak perlu dipupuk selama dua tahun. Caranya yaitu menggunakan pupuk slow release (reaksi pupuk lambat dan tahan lama ) misalnya agroblen. Triknya ada di artikel di bawah ini, baca aja.  Yang jadi kendala harga pupuk agroblen mahal, yang 20 kg a harganya bisa mencapai 2,6 juta.  Untuk wilayah Bangka , pupuk agroblen di jual di Pangkal Pinang, hubungi bapak  Heru 081271569719. Bapak Heru ini perwakilan dari PT. Agrotama Tunas Saran. http://www.agrotama.com/post/produk/AGROBLEN-17-8-93MgO-.html#.U1C24s7m6KE

Jika pupuk agroblen ini terasa mahal bagi teman2, pakai pupuk biasa saja. Tips  dari artikel di bawah ini tetap berguna untuk menghemat pupuk walaupun tidak menggunakan pupuk slow release.

sumber :  http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2012/11/08/apa-benar-kelapa-sawit-tidak-perlu-dipupuk-selama-dua-tahun-501404.html

Pada waktu saya baru menjalani proses training kerja di salah satu perusahaan kelapa sawit di Jambi. Saya diajak oleh seorang asisten senior di perkebunan sawit untuk melihat tanaman kebun kelapa sawit pribadi miliknya. Setelah sampai di kebun kelapa sawit pribadinya seluas 2 ha, kemudian bapak tersebut berkata “percaya gak Jal, kebun saya ini setelah tanam tidak pernah dipupuk lagi selama 2 tahun?” saya jawab “gak mungkin pak…kelapa sawit kan tanaman paling rakus terhadap pupuk biaya untuk pemupukan saja mencapai 60% dari keseluruhan’ kemudian bapak itu menjawab.” Kau liat jal diantara kebun disini kebun siapa paling baik? Sambil melihat kebun-kebun disamping kebun bapak tersebut lalu saya menjawab “ya kebun bapak yang paling bagus pertumbuhan sawitnya.” Selanjutnya bapak tersebut panjang lebar menceritakan trik dan tips yang digunakan agar tidak memupuk sawit selama 2 tahun namun dalam hati saya kurang percaya karena secara agronomis tidak mungkin pertumbuhan kelapa sawit akan normal tanpa dipupuk selama 2 tahun.

Pada tahun 2007 saat saya membuka kebun di Kalimantan Timur dan mendapatkan penjelasan dari atasan tentang cara penghematan tenaga kerja dan pupuk yaitu tidak perlu lagi dilakukan pemupukan lanjutan setelah tanam selama 2 tahun dan penjelasan atasan saya ini hampir sama yang dijelaskan oleh asisten senior yang menanam kebun pribadi.

 

Adapun cara atau teknis pekerjaan agar tidak memupuk lagi setelah 2 tahun sebagai berikut:

1.      Lubang tanam yang dibuat sebaiknya lebih lebar kira-kira 20 cm dari lebar polibag atau lebih lebar makin baik karena secara agronomis kelapa sawit mempunyai akar serabut sehingga pertumbuhan awal akar pasti menyamping dimana jaringan meristematiknya akan berkembang dengan lebih lebar lubang tanam maka jaringan meristematik lebih mudah menembus tanah karena lebih gembur atau tidak keras.

2.      Pupuk yang digunakan dilakukan dengan mengabungkan pupuk tunggal dan pupuk mejemuk biasa mengunakan pupuk posfat(Rp) 300-500 gram/lubang tanam ditambah pupuk majemuk yang bersifat slow release seperti pupuk agroblen sebanyak 300 gram perlubang. Secara agronomis pupuk yang bersifat slow release mampu bertahan didalam tanam selama 8 – 10 bulan dan pupuk posfat sangat baik untuk akar terutama jaringan meristematiknya, dengan campuran kedua pupuk tersebut sehingga dapat mencukupi kebutuhan dan ketersediaan unsur hara bagi kelapa sawit dalam waktu lama. Dengan cara ini maka akan menghemat 5-6 juta karena akan menghemat penggunaan pupuk dan tenaga manusia selama 2 tahun.

3.      Untuk mengisi lubang kelapa sawit dalam skala kecil dapat mengambil humus disekitar lubang kelapa sawit sehingga tanah subsoil tidak lagi digunakan namun jika dalam skala luas tanah topsoil diletakkan didasar lubag tanah dan subsoil diatasnya. Secara agronomis akar tanaman kelapa sawit ibarat ‘bayi’ memerlukan tanah yang gembur dan subur agar mudah menyerap unsur hara dan dapat berkembang dengan baik jika tanah subsoil akar akan kesulitan menembus tanah dan menyerap unsur hara.

4.      Diusahakan ditanam kacangan penutup tanah karena tanaman penutup tanah mampu memfiksasi N di udara kemudian di salurkan melalui jaringan floem menuju akar tanaman, menurut penelitian tanaman kacangan penutup tanah jika standar dapat memenuhi kebutuhan nitrogen sebanyak 300 N atau setara dengan 500 kg urea/tahun.

5.      Diusahakan tidak ada tanaman gulma terutama lalang karena lalang mengandung unsur racun alleopati yang dapat membuat tanaman kelapa sawit tidak normal.

6.      Diusahakan rotasi perawatan seperti garuk piringan, selektif manual dan penyemprotan berjalan dengan baik.
Cara diatas ini telah saya dan tim dikebun lakukan hampir 1500 ha di Kalimantan Timur dan hasilnya optimal baik ditinjau dari pertumbuhan vegetatif dan generatifnya.

Jika kita berdasarkan literatur buku tentang budidaya kelapa sawit mungkin ada beberapa penjelasan yang sangat berbeda terutama pada point 1 – 3.

Salam planter.

This entry was posted in Perkebunan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>