Analisa fundamental WIIM (wismilak)

wiim_labarugi

wiim_common_size

Tabel di atas adalah laporan laba rugi wiim. Terlihat penjualan 2012 meningkat sebesar 20,9% dan 41,9% pada tahun 2013. Pertumbuhan penjualan yang sangat bagus bagi wismilak  di tahun 2013. Saat penjualan tumbuh 41,9 % cost of good sold hanya tumbuh 33,7% bertanda  wiim mampu memproduksi rokok dengan biaya yang lebih murah. Ada permasalahan yang  perlu diwaspadai yaitu operating expense yang meningkat  mencapai  52,9%.  Saat penjualan naik 41,9 % operating expense seharusnya tidak melebihi  41,9%. Setelah saya telusuri ternyata peningkatan operating expense tersebut berasa dari beban promosi dan iklan untuk  2013 : 81 miliaran   2012: 23,4 m. Jika saya perhatikan lebih detail ada keanehan di beban promosi.

 

Beban promosi kuartal 3 2013 hanya sekitar 50 miliar tiba2 dikuartal 4 meningkat menjadi 80 miliar. Jika penjulan dikuartar 3 yaitu sebesar 1 .192.718.414.440 kita bagi dengan 50 miliar = 23,8. Artinya setiap 1 rupiah iklan menghasil kan penjualan 23,8 rupiah.  Sementara penjualan dikuartal 4 sebesar 396 miliar(1588-1192) dibagi dengan biaya iklan 30 miliar =  13,2. Ternyata biaya iklan sebesar 30 miliar dikuartal 4 tidak efektif untuk meningkatkan penjualan, setiap 1 rupiah biaya iklan hanya mampu menghasilkan penjualan sebesar 13,1.

wiim_cashflowwiin_casflowopertion

Pada dasarnya perusahaan yang sehat membukukan cash flow yang positif dari tahun ketahun . Akan lebih sehat lagi cash flow from operation bisa menutupi cash flow dari bagian lainnya dan jumlah cash flow from operation jumlahnya hampir sama dengan net income. Jika kita lihat tabel di atas , terlihat cash flow from opertion sangat jelek sekali.  Pada tahun 2013 dan 2011 , cash flow from operation minus,  saya teliti lebih dalam ternyata penerimaan kas dari pelanggan  termasuk kas dari laba perusahaan thn 2011 sampai 2013 hampir dibayarkan semua ke pemasok . Hal ini mirip perumpamaan “besar pasak dari pada tiang” artinya besar pengeluaran dari pemasukan. Laba perusahaan 2013  sekitar  132 miliar kemana? Setelah saya teliti di bagian neraca sepertinya laba perusahaan thn 2011 sampai 2013 semuanya digunakan untuk membeli tembakau , terlihat di bagian neraca persedian setiap tahun meningkat.

wiin_neraca

Selama perusahaan membeli aset yang nilainya selalu naik, penyusutan kecil tidak menjadi masalah, malah sangat bagus sekali.  Cash flow yang jelek tidak menjadi masalah karena uang cash wiim masih cukup banyak  165 m atau sekitar 13,4% dari total asset. Fixed assets bertambah menjadi 218 m karena perusahaan banyak membeli mesin2 produksi . Current liabillities berkurang menjadi 409 m karena perusahaan baru membayar hutang bank agar beban keuangan tidak memberatkan perusahaan.

Terdapat 4 perusahaan rokok yang terdaftar di BEI yaitu HMSP, GGRM, WIIM dan RMBA. Sekarang kita akan membandingakan wiim dengan HMSP dan GGRM. Untuk RMBA kita abaikan karena kinerja yang buruk, utang selangit.

wim_GGRM_HMSP

Dari tabel di atas ,terlihat Operating expense wiim paling tinggi mencapi 18,2% karena beban iklan yang cukup tinggi. Operating expense wiim yang tinggi belum sebanding dengan penjualan , namun peluang untuk menurunkan operating expense dikemudian hari masih cukup besar sehingga net income bisa bertambah besar.  WIIM sebagai perusahaan yang sedang tumbuh ,untuk meningkatkan penjualan wajar biaya iklannya cukup tinggi. Selain itu ,tingginya biaya iklan wiim dikarenakan wiim adalah persuhaaan kecil dengan asset 1,2 Triliun di banding HMSP dengan asset 27,4 Triliun. Jadi jika WIIM iklan di tv sekali, HMSP bisa 23 kali !!

Dari tabel di atas Cost of God Sold wiim paling rendah, artinya wiim menjual produknya dengan harga lebih tinggi . Perusahaan yang menjual produknya paling murah adalah GGRM. Karena wiim menjual produknya lebih tinggi logikanya perputaran barangnya harus lebih lambat. Dengan membandingkan COGS dengan inventoriy (inventory trunover)kita akan mengetahui hal tersebut:

WIIM 2013 GGRM HMSP
COGS 1.118,4 44.563 54.953,8
inventory     693 30.241,3 17.332,5
Inventory trunover 1,6 1,47 3,1

 

Dari tabel diatas terlihat inventory trun over wiim 1,6 artinya dalam setahun wiim membeli tembakau sebanyak 1,6 kali inventorynya  . Saya kasih ilustrasi wiim dengan modal 100 rupiah bisa membeli tembakau seharga 160 rupiah, GGRM degan modal 100 bisa membeli timbakau  seharga 145 rupiah, HMSP dengan modal 100 rupiah bisa membeli tembakau seharga 310 rupiah.  Jika anda pemilik perusahaan,  anda lebih suka perusahaan yang mana? Kalau saya tentu saja HMSP karena dengan modal 100 bisa membeli tembakau seharga 310. Lebih tinggi dari GGRM yang hanya 1,47 Mesipun harga jual produk wiim lebih tinggi namun masih lebih laku dari GGRM. Sedangkan HMSP dengan harga sedang2 bisa sangat laku, tidak mengherankan HSMP bisa mencetak ROE sebesar 76,4%, jauh diatas WIIM dan GGRM.

KESIMPULAN (Hal yang disukai  dokter Sukinto yang suka tanya kesimpulan)

Dari uraian diatas saya mengambil kesimpulan :

  1. Kinerja HMSP terbaik. Kinerja WIIM dari sisi ROE, Gross profit ,hampir sama dengan GGRM namun masih sedikit lebih baik dari GGRM. Meskipun secara keseluruhan kinerja  WIIM lebih baik dari GGRM namun tidak tercermin harga sahamnya. Harga saham wiim ditransaksikan dengan PER 11,4 jauh lebih murah dari GGRM yang mencapai 23,5. Jika WIIM dihargai dengan per 23,5 sama seperti GGRM , harga saham wiim akan menjadi 23,5 x eps 62 = 1457. Saat ini 23/4/2012 harga saham wiim hanya 705, masih diskon 50%an. Potensi naik 100%. Ayo cepat borong, jangan sampai ketinggalan kereta. Tampung di 630-650 kalau dapat hehe.
  2. WIIM berpotensi untuk menurunkan operating expense terutama dari iklan. Jika wiim berhasil menurunkan operating expense , ROE wiim akan bisa lebih tinggi lagi.
  3. Iklan WIIM sebesar 30 miliar dikuartal 4  2013 tidak efektif untuk meningkatkan penjualan, semoga tidak berlanjut untuk kuartal  1 2014 dan seterusnya.

This entry was posted in Fundamental Analysis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>